Seharusnya aku semakin baik dalam segala hal. tapi kenapa tetep gak bisa? Apa yang buat aku tiba-tiba mundur beberapa langkah padahal aku sudah maju selangkah?. Aku gak ngerti apa masa lalu itu masih ada dipikiranku?. Kapan aku bisa dewasa? Apa kedewasaan cuma diukur dengan umur? Aku rasa tidak, tapi juga dengan sikap dan aku mengakui AKU BELUM MENJADI DEWASA.
Jujur, aku masih menyimpan perasaan pada masa laluku, aku tak pernah mau mengakui itu. Apa jadinya kalau aku mengakui kalau aku masih berharap padanya?. Yang aku tau, dia tidak suka dibayang-bayangi masa lalu.
Yang aku lakukan selalu saja salah dimatanya. Tapi jujur, aku tidak mau kehilangan dia. Aku belajar membuang perasaan itu jauh-jauh, tapi aku tetap tidak bisa. Aku tidak mau megakui kalau perasaanku sakit saat dia dengan yang lain, aku pun mencari pelampiasan dengan cara bersama pria lainnya. Tapi hal itu tidak sebading. Ironis !
Aku hanya ingin dia tahu, aku sayang padanya. Tidak pernah aku memikirkan bagaimana rasanya kehilangan seorang laki-laki hebat yang dulu pernah ada dihatiku. Mungkin dalam beberapa hal, ada yang tidak aku suka dari dirinya. Tapi aku selelu merindukannya. Aku tidak pernah lupa padanya, dia selalu kusebut didalam doaku disaat aku mau tidur atau bahkan saat aku berbicara kepada penciptaku.
Yang aku katakan di mulut tidak tahu kenapa selalu beda dengan hatiku dan kamu benar kamu mengenali aku lebih baik daripada aku mengenali diriku sendiri. Aku selalu percaya kamu 100000000000% walau nyatanya aku bilang TIDAK PERCAYA!. Mungkin aku sudah termakan oleh gengsi hingga tidak mau mengakui apa yang aku rasakan adalah benar. Aku tetap percaya saat kamu bilang "aku kangen". Dan akupun tidak mau munafik pada diriku sendiri, AKU MASIH MENCINTAIMU tanpa tahu cara menyampaikannya dan mungkin kamu tetap tidak bisa terima dengan apa yang kamu katakan. Maaf sudah mengganggu pikiranmu.
Jadilah selalu LAKI-LAKI HEBAT untukku :)
Jujur, aku masih menyimpan perasaan pada masa laluku, aku tak pernah mau mengakui itu. Apa jadinya kalau aku mengakui kalau aku masih berharap padanya?. Yang aku tau, dia tidak suka dibayang-bayangi masa lalu.
Yang aku lakukan selalu saja salah dimatanya. Tapi jujur, aku tidak mau kehilangan dia. Aku belajar membuang perasaan itu jauh-jauh, tapi aku tetap tidak bisa. Aku tidak mau megakui kalau perasaanku sakit saat dia dengan yang lain, aku pun mencari pelampiasan dengan cara bersama pria lainnya. Tapi hal itu tidak sebading. Ironis !
Aku hanya ingin dia tahu, aku sayang padanya. Tidak pernah aku memikirkan bagaimana rasanya kehilangan seorang laki-laki hebat yang dulu pernah ada dihatiku. Mungkin dalam beberapa hal, ada yang tidak aku suka dari dirinya. Tapi aku selelu merindukannya. Aku tidak pernah lupa padanya, dia selalu kusebut didalam doaku disaat aku mau tidur atau bahkan saat aku berbicara kepada penciptaku.
Yang aku katakan di mulut tidak tahu kenapa selalu beda dengan hatiku dan kamu benar kamu mengenali aku lebih baik daripada aku mengenali diriku sendiri. Aku selalu percaya kamu 100000000000% walau nyatanya aku bilang TIDAK PERCAYA!. Mungkin aku sudah termakan oleh gengsi hingga tidak mau mengakui apa yang aku rasakan adalah benar. Aku tetap percaya saat kamu bilang "aku kangen". Dan akupun tidak mau munafik pada diriku sendiri, AKU MASIH MENCINTAIMU tanpa tahu cara menyampaikannya dan mungkin kamu tetap tidak bisa terima dengan apa yang kamu katakan. Maaf sudah mengganggu pikiranmu.
Jadilah selalu LAKI-LAKI HEBAT untukku :)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar